Orang Indonesia paling nggak bisa nyusu

REPORTED BY: Siti Dzakiyyah

Orang Indonesia paling nggak bisa <i> nyusu </i>

Bicara soal konsumsi susu, ternyata Indonesia menjadi salah satu negara dengan urutan terendah dalam konsumsi susu di negara ASEAN lainnya. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017, konsumsi susu masyarakat Indonesia hanya 16,5 liter/kapita/tahun. Angka ini pun hanya naik sekitar 0,81 % dari tahun sebelumnya. Angka ini juga menjadi bukti nyata bahwa Indonesia masih kalah dengan negara Malaysia (50,9 liter), Thailand (33,7 liter), dan Philipina (22,1 liter). 

Sebenarnya, masyarakat Tanah Air belum sepenuhnya menyadari manfaat dari susu itu sendiri. Salah satu alasan terjadinya kondisi tersebut mungkin karena sejak dulu masyarakat tidak terbiasa minum susu.

Berdasarkan sejarah, konsumsi susu pada awalnya mulai dilakukan oleh orang-orang di Timur Tengah. Kemudian ketika ada pengetahuan tentang angka gizi di susu, masyarakat Eropa mulai rutin meminumnya.

Namun pada saat masa penjajahan, orang-orang kolonial mulai memperkenalkan susu kepada pribumi untuk mengatasi masalah gizi seperti stunting. Tapi lagi-lagi, masyarakat yang meminum susu hanyalah yang berasal dari bangsawan. Seiring berjalannya waktu, pemerintah sempat mengadakan program 4 sehat 5 sempurna di mana susu menjadi salah satu menu di dalamnya.

Susu adalah elemen penting bagi kehidupan. Susu merupakan sumber gizi utama bagi bayi sebelum mereka dapat mencerna makanan padat. Susu binatang (biasanya sapi) juga diolah menjadi berbagai produk seperti mentega, yogurt, es krim, keju, susu bubuk dan lain-lainnya untuk konsumsi manusia.

Menurut ahli gizi dr. Marudut, B.Sc. MPS menjelaskan bila susu memiliki kebaikan untuk membentuk keluarga kuat. 

"Susu merupakan salah satu sumber zat gizi yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan anak. Kandungan susu antara lain protein, kalsium, fosfor dan vitamin D. Berbagai penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara konsumsi susu secara rutin sesuai takaran dengan kepadatan tulang," jelas dr. Marudut.

Sebagai tambahan informasi, protein yang terkandung dalam susu antara lain kasein, whey, dann lainnya. Jumlah yang terbanyak adalah kasein dengan jumlah mencapai 80%. Kasein baik untuk pertumbuhan tulang. Sedangkan whey dan protein lainnya memiliki manfaat untuk kekhususan tertentu. Susu juga mengandung asam lemak yang unik dan kompleks. Sejumlah penelitian menunjukkan bila nutrisi tersebut berperan positif terhadap peningkatan kesehatan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penting adanya informasi tentang manfaat susu bagi kesehatan masyarakat. 

"Perlu diingat bahwa semua jenis makanan saling melengkapi. Tidak ada makanan atau minuman tunggal yang mampu memenuhi kebutuhan gizi seseorang,” pungkasnya.

Wakil rakyat bukan tukang pukul kepentingan
Jokowi-Ma'ruf kerahkan relawan di daerah suara terendah
Nomor urut satu di Pilpres 2019 lebih untungkan Jokowi-Ma'ruf
 Fahri nilai dana rehab bencana Lombok mampet
Mengapa jomblo Cina harus beli istri dari Indonesia?
Kubu Jokowi nilai Neno Warisman buka kedok #2019GantiPresiden
Ini nama 16 perempuan Indonesia yang dijual ke Cina
Pelabelan caleg eks-koruptor berpotensi langgar HAM
Belajar memegang komitmen kebangsaan dari seorang Yahudi
Perdagangan 16 perempuan Indonesia ke Cina biadab
Kubu Prabowo ganti nama tim sukses
Kondisi 16 perempuan yang dijual ke Cina memprihatinkan
PAN nilai penandaan eks-koruptor pada caleg diskriminatif
PDIP nilai cuitan Fadli Zon tak berkualitas
Kubu Jokowi siapkan lagu kampanye ala milenial
Fetching news ...