News Law

Gerombolan separatis Papua perkosa guru

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Gerombolan separatis Papua perkosa guru ilustrasi

Sejumlah anggota Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Papua melakukan aksi penganiayaan terhadap guru-guru kontrak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mimika. Bahkan, ada guru perempuan yang mengalami pemerkosaan.

"Memang betul ada kejadian itu. Guru-guru laki-laki diikat tangannya lalu dipopor dengan senjata. Sementara guru perempuan dipukul, ditelanjangi, bahkan ada yang diperkosa. Ini sangat keterlaluan dan tidak beradab," kata Bupati Mimika Eltinus Omaleng berdasarkan laporan dari aparat Kampung Aroanop, Distrik Tembagapura, di Timika, Selasa (17/04/2018) seperti dikutip dari Antara.

Ia menuturkan bahwa setelah mengetahui adanya kejahatan itu, warga Aroanop berupaya membebaskan para guru dari anggota KKSB.

"Masyarakat kejar orang-orang itu, tapi mereka lari ke hutan. Masyarakat tidak senang dengan kelakuan bejat mereka. Kami minta KKSB tidak boleh membuat kekacauan di tengah masyarakat. Omong kosong mau lindungi masyarakat kalau menggunakan cara-cara yang tidak bermoral seperti itu," kata Bupati.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika berencana mengirim helikopter ke Aroanop untuk menjemput guru-guru kontrak yang masih berada di area tersebut.

Para anggota KKSB yang melakukan kejahatan melarikan diri ke kampung-kampung di wilayah lembah Aroanop seperti Jagamin, Anggigi, dan Ainggongin setelah pasukan gabungan TNI menyerbu Kampung Banti 1, Banti 2, Utikini, Kimbeli dan Opitawak pada 31 Maret hingga 2 April.

Sebelum pasukan TNI tiba di Banti, anggota KKSB membakar Rumah Sakit Waa-Banti milik Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK), serta gedung SD-SMP Negeri Banti dan rumah-rumah warga. Anggota kelompok jahat itu juga menjarah ternak babi milik warga, serta merusak fasilitas Puskesmas dan gedung SD Aroanop.

"Mereka bakar gedung sekolah, rumah sakit, rumah-rumah masyarakat dikasih hancur, ternak babi diangkat semua. Pelakunya mereka yang disebut KKSB itu. Saat pasukan TNI masuk, mereka-mereka yang tadinya pegang senjata api itu kabur semua," kata Bupati.

Bupati Omaleng bersama Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto dan Komandan Kodim 1710 Mimika Letkol Inf Windarto berencana menemui warga Kampung Banti pada Rabu (18/4) untuk membicarakan pembebasan lahan untuk pembangunan Kantor Koramil, Kantor Polsek dan Kantor Distrik Tembagapura di Kampung Banti 1 dan Banti 2.

Selain itu, pos tinjau TNI rencananya dibangun di beberapa lokasi dekat Tembagapura seperti Kampung Opitawak dan Tagabra guna mencegah masuknya KKSB.

"Saya bersama Kapolres dan Dandim akan berangkat ke Tembagapura untuk menemui masyarakat guna membicarakan hal ini. Kita ingin masyarakat di sana maupun PT Freeport tidak lagi terganggu dengan adanya KKSB," kata Bupati Omaleng.

Beberapa waktu lalu Pemerintah Kabupaten Mimika telah mengirim beras dan bahan pangan lainnya ke Banti, Kimbeli dan Opitawak untuk membantu masyarakat yang kekurangan pangan sejak anggota KKSB menduduki kampung-kampung mereka

Wakil rakyat bukan tukang pukul kepentingan
Jokowi-Ma'ruf kerahkan relawan di daerah suara terendah
Nomor urut satu di Pilpres 2019 lebih untungkan Jokowi-Ma'ruf
 Fahri nilai dana rehab bencana Lombok mampet
Mengapa jomblo Cina harus beli istri dari Indonesia?
Kubu Jokowi nilai Neno Warisman buka kedok #2019GantiPresiden
Ini nama 16 perempuan Indonesia yang dijual ke Cina
Pelabelan caleg eks-koruptor berpotensi langgar HAM
Belajar memegang komitmen kebangsaan dari seorang Yahudi
Perdagangan 16 perempuan Indonesia ke Cina biadab
Kubu Prabowo ganti nama tim sukses
Kondisi 16 perempuan yang dijual ke Cina memprihatinkan
PAN nilai penandaan eks-koruptor pada caleg diskriminatif
PDIP nilai cuitan Fadli Zon tak berkualitas
Kubu Jokowi siapkan lagu kampanye ala milenial
Fetching news ...