Sinyal pelengseran Setya Novanto makin kuat

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Sinyal pelengseran Setya Novanto makin kuat "Honor is not the exclusive property of any political party." - Herbert Hoover

Sinyal bakal digelarnya Munaslub Partai Golkar untuk menggantikan Setya Novanto semakin menguat. Sinyal tersebut muncul pascapemecatan kader muda Golkar, Ahmad Doli Kurnia, yang konsisten menentang kepemimpinan Setya Novanto sebagai Ketua Umum Partai Golkar karena menjadi tersangka dugaan korupsi e KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tanjung. Kata Akbar, perubahan kepemimpinan Partai Golkar merupakan sebuah keniscayaan guna memperbaiki citra partai yang terus menukik.

“Perubahan kepemimpinan itu salah satu cara untuk menciptakan citra partai yang bersih. Kalau kita menganggap itu (pergantian Ketum Golkar) yang terbaik dilakukan, kenapa tidak,” kata Akbar Tanjung di Jakarta, Selasa (05/09/2017).

Dengan melakukan pergantian ketua umum, masyarakat akan memberikan penilaian positif terhadap Partai Golkar. Rakyat akan melihat bahwa di internal Golkar itu ada kekuatan-kekuatan yang sungguh berusaha untuk melakukan berbagai perbaikan termasuk dalam pergantian kepemimpinan. 

Apabila pergantian ketua umum Golkar tidak dilakukan secepatnya, akan berdampak pada agenda politik seperti Pilkada 2018, Pemilu dan Pilpres 2019.

“Politik kita pada hari-hari ini kan sangat dipengaruhi oleh citra publik. Karena yang menentukan keterpilihan partai itu kan adalah publik, adalah rakyat. Demokrasi kita hakekatnya yang berdaulat itu kan adalah rakyat,” kata mantan Ketua Umum Partai Golkar itu.

Lompat partai

Tapi yang lebih dikuatirkan oleh Akbar adalah hengkangnya kader-kader terbaik Golkar ke partai lain karena apa yang disuarakan di Golkar harus diganjar dengan pemecatan.

“Tentu saja kader akan mencari alternatif yang lain. Itu yang saya khawatirkan betul. Karena itu saya masih memberikan dukungan pada langkah-langkah perbaikan partai termasuk tentu kalau dianggap penting terjadi perubahan, termasuk dalam perubahan dalam kepemimpinan bilamana itu yang dianggap yang terbaik,” kata Akbar.

Pemecatan Doli Semena-Mena

Politisi senior Partai Golkar lainnya, Indra Bambang Utoyo menilai pemecatan terhadap tokoh muda Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia adalah tindakan tergesa-gesa dan tergesa-gesa. Apalagi kondisi Golkar saat ini sedang dilanda kasus.

"Dalam keadaan partai seperti ini, rasanya tidak bagus. Kita ini kan sedang menghadapi masalah yang sangat besar sekali. Harusnya Doli dipanggil dulu, diajak berdiskusi," kata Bambang Utoyo 

Padahal, dalam AD/ART Partai Golkar untuk memecat kader Partai Golkar, harus dilakukan pemanggilan sebanyak 3 kali.

"Ada surat peringatan sekali. Tetapi kalau saya tidak salah, di dalam AD/ART itu dikatakan ada 3 kali peringatan kemudian kita rapatkan pleno dulu baru dia dipecat. Dia nanti punya hak untuk membela diri di Mahkamah Partai," kata Ketua Bidang Pertahanan dan Keamanan Partai Golkar.

Sementara itu, anggota Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Muhammad Syamsul Rizal menyayangkan keputusan DPP Partai Golkar yang memecat Doli. Menurutnya, keputusan DPP partai Golkar menunjukkan bahwa pimpinan partai berlambang pohon beringin tersebut telah salah kaprah lantaran memecat kader muda yang bersikap kritis. Kader muda Golkar itu mengaku bingung dan tak masuk akal dengan dipecatnya Ahmad Doli tersebut. Menurutnya, keputusan yang diambil oleh Sekjen Idrus Marham bukan untuk kepentingan partai melainkan untuk kepentingan seseorang atau faksi tertentu di tubuh Golkar.

Tak mudah datangkan senjata api dalam jumlah besar
Menjelaskan relasi jiwa dan raga
Sentimen positif pada saham perbankan
Melestarikan eksistensi budaya Betawi
Calon dari PDIP kandidat kuat pendamping Gus Ipul
Fetching news ...