Beda Sandi dan JK soal LRT

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Beda Sandi dan JK soal LRT

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno optimistis kereta ringan atau light rail transit (LRT) dapat digunakan saat pelaksanaan Asian Games pada 18 Agustus 2018.

"Atas profesionalisme Jakpro dan mitranya kami memberikan target ini harus beroperasi sebelum Asian Games, dan kira-kira Juli kita akan mulai operasionalkan," kata Sandiaga, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (16/04/2018).

Namun, Sandiaga meminta keselamatan dan kesehatan kerja selalu menjadi pedoman dalam mengerjakan proyek tersebut.

"Jangan mereka terburu-buru dan akhirnya terjadi keteledoran, terjadi SOP yang tidak dipatuhi, dan akhirnya mereka harus mengalami kecelakaan," kata Sandiaga lagi.

Pada fase pertama ini terdapat tiga lintas pelayanan. Pertama, Cawang ke Cibubur dengan lima stasiun, yaitu Cawang, Taman Mini, Kampung Rambutan, Ciracas, dan Cibubur total jaraknya 14,5 kilometer.

Kedua, Cawang ke Dukuh Atas dengan enam stasiun, yaitu Cikoko, Pancoran, Kuningan, Rasuna Said, Setiabudi, dan Dukuh Atas total jaraknya 10,5 kilometer.

Ketiga, Cawang Bekasi Timur dengan empat stasiun, yaitu Jati Cempaka, Cikunir, Bekasi Barat, dan Bekasi Timur total jaraknya 18,5 kilometer.

Pada fase kedua akan ditambah tiga lintasan pelayanan lagi. Yaitu, pertama, Dukuh Atas ke Senayan dengan tiga stasiun, yaitu GBK 1, GBK 2, dan Senayan total jaraknya 7,8 kilometer.

Kedua, Cibubur ke Bogor dengan empat stasiun, yaitu Cibubur, Cibinong, Sentul, dan Tanah Baru total jaraknya 30,5 kilometer.

Ketiga, Palmerah ke Grogol dengan tiga stasiun yaitu Palmerah, Tomang, dan Grogol yang memiliki jarak total 5,5 kilometer.

Nilai investasi proyek LRT ini diputuskan sebesar Rp29,9 triliun atau turun dari sebelumnya disebut bakal membengkak jadi Rp31 triliun.

Pesimisme Jusuf Kalla

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan kereta ringan atau light rail transit (LRT) gagal mencapai target untuk dapat beroperasi pada saat perhelatan kompetisi olahraga internasional Asian Games 2018 karena perkembangan pembangunannya tidak memungkinkan selesai dalam waktu dekat.

Kalla mengatakan masih terdapat beberapa persoalan dalam pembangunannya seperti yang dilaporkan Direktur PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Budi Harto kepada Wapres di Jakarta, Rabu (11/04/2018).

"(LRT) Tidak bisa di Asian Games itu, tersisa empat bulan. Venue-nya kan banyak, ada di Senayan, Kemayoran, Sunter, ada enam tempat di Jakarta ini. Ini tidak mungkin (menunggu LRT selesai)," kata Wapres Jusuf Kalla kepada wartawan di Kantor Wakil Presiden Jakarta.

Oleh karena itu, sebagai alternatif, Wapres menyarankan supaya dibuat jalur khusus untuk kontingen dan pemangku kepentingan saat acara Asian Games 2018, sebagai pengganti dari tidak siapnya LRT digunakan selama Agustus hingga September nanti.

"Oleh karena itu harus diberikan line-nya. Keputusannya sudah ada, ya itu di sekitar jalan yang dilalui (kontingen) itu, line-nya harus bebas. Mungkin bisa dibuat satu line khusus untuk Asian Games," jelasnya.

Sejumlah permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan LRT, lanjut Wapres, memerlukan koordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan, Pemprov DKI Jakarta dan beberapa BUMN.

Proyek kereta ringan atau LRT, sebelumnya, direncanakan akan digunakan untuk mengangkut rombongan kontingen Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.

Hingga saat ini, untuk gelaran Asian Games di Jakarta, penyelesaian pembangunan LRT belum dapat dipastikan. Namun untuk di Palembang, LRT dapat dioperasikan untuk kontingen.

Usia minimal perkawinan dalam UU sudah tak relevan dengan zaman
Harapan DPR pada investasi Cina
Korupsi bukan karena gaji tak memadai
Filosofi kepemimpinan menurut Ignasius Jonan
Mimpi bentuk poros ketiga di Pilpres 2019 kian kabur
Fetching news ...