Jokowi ingin cawapres yang mampu dongkrak elektabilitasnya

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Jokowi ingin cawapres yang mampu dongkrak elektabilitasnya

Presiden Joko Widodo menginginkan calon wakil presiden yang mendampinginya adalah sosok yang akan memberikan kontribusi untuk mendongkrak elektabilitasnya.

Hal itu dikemukakan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin setelah pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor pada Rabu, 11 Juli 2018.

"Kesimpulannya Wapres akan terus digodok dimatrikulasi, dianalisis siapa yang paling tepat untuk kepentingan 2019 -2024; siapa yang paling punya chemistry; siapa yang punya tentu saja, kontribusi elektoral kepada Pak Jokowi," kata Cak Imin di Gedung Nusantara III DPR, Jakarta, Kamis (12/07/2018).

Cak Imin mengaku belum bisa memastikan bagaimana langkah partainya jika ia tak dipilih sebagai calon wakil presiden mendampingi Jokowi. Menurutnya, para ulama dan kiai NU tetap menyarankan dirinya supaya berpasangan dengan Jokowi, seraya menyebutkan bahwa akronim untuk ini adalah JOIN (Jokowi-Imin).

"Belum ada, yang ada kita tetap bersama-sama mendiskusikan terus perkembangan sampai pada titik ketemu
Wapres yang terbaik. Kiai dan kita semua tetap ada JOIN, Jokowi-Cak Imin. Proses dan prospeknya kita tunggu saja," kata Cak Imin.

Sebelumnya, Presiden Jokowi sempat mengatakan bahwa dari 10 nama bakal calon wakil presiden yang digodoknya bersama partai pengusung, saat ini sudah ada lima nama yang menjadi pertimbangan. Cak Imin menyebutkan ia optimis namanya ada dalam lima nominasi yang disebutkan oleh Jokowi.

"Ya pastilah nominasi-nominasi, jadi belum ada opsi lain,” ujarnya.

Saat ditanya terkait skenario lain dari PKB menuju Pilpres 2019, Cak imin mengatakan saat ini partainya tidak mempersiapkan apa pun. Menurutnya, saran dari para kiai dan ulama merupakan skenario yang sedang berlangsung.

"Tentu Jokowi-Cak Imin itu adalah bagian proses yang sedang berlangsung. PKB belum mempunyai skenario apa pun selain JOIN," tutup Cak Imin.

Pada kesempatan sebelumnya Cak Imin juga bertemu dengan Menteri Sekretaris Negara (Menesneg) Pratikno di Kantor DPP PKB. Saat itu ia membantah bahwa kedatangan Pratikno ke kantornya merupakan usaha untuk melobi PKB untuk tetap menjadi partai pengusung Jokowi di Pilpres 2019 meskipun Cak Imin tidak diambil sebagai calon wakil presiden.

Kurang potennya Ma'ruf Amin dan ramalan Jokowi bakal kalah karena sang wakil
Wartawan tewas naik 14 persen di sepanjang 2018
Negara tak akan punah karena Prabowo kalah
KPU: Kotak suara kardus hemat 70 persen
Prabowo sentil elit koalisi belum nyumbang, PKS: Kami otomatis bantu
Kubu Prabowo nilai jargon wong cilik Jokowi hanya untuk komoditas politik
KPU harap anggaran pemilu dapat digunakan mulai Januari 2019
Demokrat nilai tuduhan Wiranto terkait oknum perusak salah dan terburu-buru
Farhat Abbas minta PSI dikeluarkan dari Tim Kampanye Nasional
PPP: Yang kaget kotak suara kardus mungkin tak hadir rapat
Rusia perkuat pasukan rudal dengan ratusan senjata baru
Mobile Legends rilis karakter hero baru
BRI beberkan dua cara hadapi fintech
Bangladesh belajar program keluarga harapan ke Indonesia
Pelemahan rupiah dan sentimen dagang AS halangi pergerakan IHSG
Fetching news ...