Fahri Hamzah sebut poros ketiga berpotensi jadi pemenang Pilpres 2019

REPORTED BY: Siti Dzakiyyah

Fahri Hamzah sebut poros ketiga berpotensi jadi pemenang Pilpres 2019 "Poros ketiga ini dianggap paling berpeluang karena ini dianggap jadi jalan tengah," - Fahri Hamzah

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan peluang terbentuknya poros ketiga di Pilpres 2019 diprediksi akan terbentuk. Walaupun Mahkamah Konstitusi (MK) nantinya menolak gugatan ambang batas pencalonan presiden 20 persen. Menurutnya poros ketiga berpeluang menjadi jalan tengah atau kubu alternatif untuk bersaing berhadapan dengan Jokowi dan Prabowo.

"Kalau MK tetap menganggap itu 20 persen, maka saya mendengar di lapangan percakapnnya itu poros ketiga ini dianggap paling berpeluang karena ini dianggap jadi jalan tengah," kata Fahri saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, (13/07/2018)

Fahri mencontohkan, konflik yang pernah terjadi antara kubu Habibi dan kubu Megawati dimana poros ketiga muncul sebagai jalan tengah diantara dua kubu yang sama-sama kuat. Lalu Fahri mengaitkan dengan konflik yang ada saat ini yaitu kubu Jokowi dan Kubu Prabowo.

"Nah sekarang juga begitu ada konflik yang dianggap keras kubunya Pak Prabowo dan kubu Pak Jokowi. Pak Prabowo pernah dirayu-rayu berkali kali disuruh menjadi wakilnya Pak Jokowi enggak mau, akhirnya ini tetap menjadi dua sudut yang keras sekali. Maka kelompok tengah itu bisa menang," lanjut Fahri.

Sementara itu, melihat dinamika politik saat ini, beberapa partai yang belum mengambil sikap politik terkait dukungan atau ketetapan untuk berkoalisi dengan partai politik mana. Fahri berpendapat bahwa koalisi akan dibentuk tanggal 9 dan 10 Agustus, jika MK sudah memberikan keputusan tentang gugatan ambang batas pencalonan presiden 20 persen tersebut.

"Saya meyakini koalisi itu baru akan terbentuk tanggal 9 dan 10 Agustus. Terutama kalau masih 20 persen. Tetapi kalau nol persen, itu mungkin lebih cepat, karena kan orang lebih mudah partai punya paket calon sendiri. Saya kira itu yang akan terjadi," tutup Fahri.

Kurang potennya Ma'ruf Amin dan ramalan Jokowi bakal kalah karena sang wakil
Wartawan tewas naik 14 persen di sepanjang 2018
Negara tak akan punah karena Prabowo kalah
KPU: Kotak suara kardus hemat 70 persen
Prabowo sentil elit koalisi belum nyumbang, PKS: Kami otomatis bantu
Kubu Prabowo nilai jargon wong cilik Jokowi hanya untuk komoditas politik
KPU harap anggaran pemilu dapat digunakan mulai Januari 2019
Demokrat nilai tuduhan Wiranto terkait oknum perusak salah dan terburu-buru
Farhat Abbas minta PSI dikeluarkan dari Tim Kampanye Nasional
PPP: Yang kaget kotak suara kardus mungkin tak hadir rapat
Rusia perkuat pasukan rudal dengan ratusan senjata baru
Mobile Legends rilis karakter hero baru
BRI beberkan dua cara hadapi fintech
Bangladesh belajar program keluarga harapan ke Indonesia
Pelemahan rupiah dan sentimen dagang AS halangi pergerakan IHSG
Fetching news ...