News

Tol baru penyebab arus mudik lancar?

REPORTED BY: Siti Dzakiyyah

Tol baru penyebab arus mudik lancar? "Arus mudik yang lancar tidak terlepas dari pembangunan infrastruktur, yaitu terutama penambahan jalan tol di Pulau Jawa," - Darmaningtyas

Mendekati hari raya Idul Fitri yang diperkirakan akan jatuh pada, Jumat (15/06/2018), pastinya membuat masyarakat segera mudik ke kampung halaman. Tak ayal, dalam beberapa tahun terakhir kerap timbul kemacetan luar biasa menjelang hari lebaran.

Namun ada pemandangan yang tak biasa pada puncak arus mudik tahun ini. Arus mudik terpantau cukup lancar tanpa gangguan kemacetan yang berarti.

Meskipun sempat terjadi kemacetan di ruas tol Cikampek-Palimanan akibat penumpukan di gerbang tol maupun kecelakaan lalu lintas.

Namun tak lama usai kemacetan tersebut ditangani, lalu lintas pun kembali terurai.

Hal ini diakui juga oleh Penasehat Toyota Innova Owner Club Indonesia (TOC), Satoto Tri Handono yang merasakan lalu lintas di mudik lebaran kali ini terpantau lancar.

Dirinya melihat pemerintah tahun ini sukses dalam mengatur arus mudik lebaran sehingga tidak terjadi penumpukan yang berlebihan ataupun macet yang parah.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi kepadatan arus mudik berlangsung dalam dua tahap, yakni pada pagi hari selepas sahur dan malam hari selepas buka puasa.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kemhub Bambang Prihartono mengatakan, prediksi itu didasarkan pada masih banyaknya masyarakat yang belum libur, sehingga sampai Senin (11/06/2018) belum mudik ke kampung halamannya.

Berdasarkan data Kemenhub per Senin (11/6/2018), pemudik yang meninggalkan Jakarta mencapai 50,4 persen. Untuk mengatasi kemacetan, BPTJ telah melakukan antisipasi di daerah Kalimalang Bekasi, terutama pada malam hari.

BPTJ juga terus melakukan evaluasi pada pemudik yang menggunakan sepeda motor. Dia mengharapkan dengan banyaknya sarana mudik gratis yang dilakukan BUMN, dapat menekan pemudik yang menggunakan sepeda motor.

Sementara itu, Arus mudik juga berjalan lancar di tol fungsional Solo-Salatiga dan tol Solo-Ngawi. Para pemudik merasa terbantu dengan dibukanya jalan tol sepanjang 120 kilometer tersebut.

Pantauan di gerbang tol Colomadu terlihat sejumlah kendaraan roda empat dengan plat dari wilayah Jakarta, Jawa Barat maupun Jawa Timur terlihat melintasi ruas jalan tol tersebut.

Manajer Area PT Jasa Marga Solo-Ngawi, Sih Wiyono menjelaskan tol Salatiga hingga Ngawi mulai dibuka sejak Jumat (08/06/2018). Hanya saja untuk tol Salatiga-Solo diberlakukan secara fungsional.

"Tol sejauh 30 kilometer ini dibuka pukul 06.00 WIB hingga 17.00 WIB. Sementara untuk tol Solo-Ngawi sepanjang 90 kilometer dibuka selama 24 jam, " kata Sih Wiyono di gerbang tol Colomadu.

Pengoperasian jalur tol ini 'memanjakan' para pemudik. Pasalnya jarak tempuh yang harus dilalui semakin pendek.

 

Arus mudik yang relatif lancar pada tahun ini membuat masyarakat terheran-heran. Pasalnya, belum ada konfirmasi terkait adanya kemacetan parah selama arus mudik sampai dua hari menjelang lebaran, sehingga Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan arus mudik sejauh ini masih berjalan baik.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi mengatakan, salah-satu faktor utama yang membuat arus musik sejauh ini berjalan lancar adalah kehadiran jalan tol baru.

"Dengan diberlakukannya jalan tol baru, meskipun (sebagian) masih fungsional, itu sangat membantu sekali," kata Budi Setiyadi kepada BBC Indonesia, Selasa (12/06/2018).

Hari libur lebaran yang lebih panjang ketimbang tahun-tahun sebelumnya juga disebut Budi Setiyadi sebagai faktor lain yang menyebabkan arus mudik sejauh ini berjalan lancar.

"Jadi saat mudik, masyarakat banyak pilihan," katanya.

Budi juga menyebut mudik gratis yang disediakan oleh kantor-kantor pemerintah ikut mengurangi kendaraan pribadi saat mudik tahun ini.

Promosi pemerintah agar pemudik menggunakan jalur selatan, lanjutnya, juga merupakan faktor lain di balik arus mudik yang lancar.

"Mulai banyak masyarakat yang menggunakan jalur selatan," ujarnya.

Budi  mengakui masih ada masalah yang timbul akibat jalan tol yang belum jadi, tetapi digunakan sebagai jalur mudik. Di antaranya yaitu debu jalan tol yang menganggu arus mudik sehingga pemerintah diminta cepat tanggap untuk membenahi masalah ini.

"Faktor debu di jalan tol fungsional, sudah kita siram dengan air, sehingga sudah berkurang," katanya.

Sementara itu, pengamat masalah transportasi, Darmaningtyas menganggap arus mudik yang lancar tidak terlepas dari pembangunan infrastruktur, yaitu terutama penambahan jalan tol di Pulau Jawa.

"Jalan tol, baik yang operasional maupun fungsional, itu memiliki alternatif exit (keluar) itu banyak," kata Darmatingtyas, Selasa (12/06/2018) malam.

Menurutnya, dengan adanya jalan alternatif keluar, konsentrasi kendaraan mudik itu akan terpecah dan arus mudik akan berjalan lancar. 

Wakil rakyat bukan tukang pukul kepentingan
Jokowi-Ma'ruf kerahkan relawan di daerah suara terendah
Nomor urut satu di Pilpres 2019 lebih untungkan Jokowi-Ma'ruf
 Fahri nilai dana rehab bencana Lombok mampet
Mengapa jomblo Cina harus beli istri dari Indonesia?
Kubu Jokowi nilai Neno Warisman buka kedok #2019GantiPresiden
Ini nama 16 perempuan Indonesia yang dijual ke Cina
Pelabelan caleg eks-koruptor berpotensi langgar HAM
Belajar memegang komitmen kebangsaan dari seorang Yahudi
Perdagangan 16 perempuan Indonesia ke Cina biadab
Kubu Prabowo ganti nama tim sukses
Kondisi 16 perempuan yang dijual ke Cina memprihatinkan
PAN nilai penandaan eks-koruptor pada caleg diskriminatif
PDIP nilai cuitan Fadli Zon tak berkualitas
Kubu Jokowi siapkan lagu kampanye ala milenial
Fetching news ...