LIPI ajak masyakarakat kenal lebih dekat dengan Kapal Riset Baruna Jaya VIII

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

LIPI ajak masyakarakat kenal lebih dekat dengan Kapal Riset Baruna Jaya VIII

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tak hentinya mendiseminasikan hasil-hasil penelitiannya, termasuk di bidang kelautan. Diseminasi LIPI kali ini diwujudkan dalam acara Open Ship Kapal Riset (KR) Baruna Jaya VIII di Sail Sabang 2017, Aceh.

Dalam kegiatan Open Ship ini, LIPI memperkenalkan kepada masyarakat umum, khususnya generasi muda tentang infrastruktur Kapal Riset Baruna Jaya VIII beserta laboratorium dan peralatan penelitian yang terpasang di atasnya.

LIPI juga memamerkan hasil-hasil penelitian di bidang kelautan seperti terkait ekspedisi E-WIN, COREMAP LIPI, dan ikan Coelacanth si Raja Laut. Isu kebencanaan juga tak luput dari tema Open Ship ini yang diwujudkan dalam games interaktif 'ular tangga' dengan tema SIAGA BENCANA.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI, Zainal Arifin, mengungkapkan bahwa pengenalan infrastruktur riset di KR Baruna Jaya VIII kepada generasi muda bertujuan untuk membangkitkan semangat dan rasa keingintahuan mereka akan pentingnya Iptek untuk memahami fenomena alam dan potensi laut kita. Open Ship ini juga diharapkan bisa menjadi masukan bagi pemerintah daerah.

LIPI memiliki hasil riset terkait keanekaragaman dan potensi hayati laut, yang dapat menjadi modal penting bagi pemerintah daerah dalam mengelola potensi laut dan mencegah ancaman kepunahan biodiversitas biota laut akibat perubahan iklim dan aktifitas manusia.

Mengapa Sabang?

Dalam kegiatan Open Ship ini, Bambang Subiyanto, Pelaksana Tugas Kepala LIPI, menyampaikan bahwa Sabang sebagai wilayah paling barat dari Republik Indonesia merupakan lokasi yang strategis. Dari sisi scientific, perairan Sabang dan kawasan pantai barat Sumatera merupakan kawasan yang unik dan penting, baik untuk penelitian  perikanan maupun penelitian osenografi yang berkaitan dengan iklim di kawasan Samudera Hindia. Untuk itu sejak 2016, LIPI telah melakukan upaya pengumpulan informasi scientific mengenai perairan Sabang dan sekitarnya melalui ekspedisi kelautan.

Memandang pentingnya perairan Sabang, LIPI didukung pemerintah Provinsi Aceh dan Kota Sabang akan membangun stasiun penelitian lapangan Sabang di lahan seluas sekitar 4,5 hektar di Kota Sabang. Stasiun penelitian Sabang yangakan dibangun inimempunyai fungsi utama melakukan riset kelautan di Samudera Hindia, Selat Malaka, dan Laut Andaman. Tugas masyarakat adalah melakukan penelitian konservasi laut dan wisata bahari.

Rika, pengunjung dari Open ShipKR Baruna Jaya VIII berpendapatbahwa kegiatan ini sangat baik karena dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya generasi muda. Selama ini mereka hanya melihat kapal sebagai armada angkatan perang, tapi kali ini mereka dapat melihat sendiri bahwa kapal juga dapat digunakan sebagai kapal penelitian.

Hal serupa diungkapkan Rara, siswa SDN 1 Sabang. Rara yang mempunyai ketertarikan di mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam ini merasa bahwa ikut serta dalam kegiatan Open Ship ini telah meningkatkan pengetahuannya. Sepanjang kegiatan, dia belajar tentang penyaringan plankton, spesies-spesies ikan dan gunung aktif di Pulau Weh, Sabang.

Sail Sabang 2017 merupakan acara sail yang kesembilan digelar di Indonesia. Sail Sabang 2017 diselenggarakan pada 28 November-5 Desember 2017.

Kamboja kagumi Pancasila
Europalia akan putar puluhan film Indonesia
Kekalahan Novanto di praperadilan
Menanti aksi nyata Jokowi  untuk Palestina di sidang OKI
Mengenang AM Fatwa
Fetching news ...