Inikah bukti diplomasi RI berhasil?

REPORTED BY: Fathor Rasi

Inikah bukti diplomasi RI berhasil?

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR RI Senin dua hari lalu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menegaskan Myanmar siap berkomitmen membuka jalur bantuan kemanusiaan bagi etnis Rohingya di Rakhine State.

Menlu Retno Marsudi sebelumnya telah melalukan Marathon Diplomacy dengan petinggi di negara itu, termasuk dengan Aung San Suu Kyi dan Jenderal Senior U Min Aung Hlaing. Dalam pertemuan itu, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menyampaikan usulan yang disebut "Formula 4+1" yaitu: Mengembalikan stabilitas dan keamanan, menahan diri secara maksimal dan tidak menggunakan kekerasan, perlindungan kepada semua orang yang berada di Rakhine tanpa memandang suku dan agama, dan pentingnya segera dibuka akses untuk bantuan kemanusiaan.

Empat elemen pertama tersebut, kata Menlu, merupakan elemen utama yang harus segera dilakukan agar krisis kemanusiaan dan keamanan tidak semakin memburuk. Sedangkan satu elemen lainnya adalah pentingnya rekomendasi Laporan Komisi Penasehat untuk Rakhine State yang dipimpin mantan Sekjen PBB Kofi Annan agar segera diimplementasikan.

Setelah melakukan pembicaraan dengan para pejabat tinggi Myanmar itu, Menlu melanjutkan Marathon Diplomasinya itu dengan terbang langsung menuju Dhaka, Bangladesh dari Bandara Yangon. Menlu membawa tugas khusus dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengatasi krisi Rohingya. 

Diplomasi Maraton tetap berlanjut, Menlu bahkan membangun komunikasi dengan pejabat ASEAN, Bangladesh, Australia, Inggris dan pimpinan lembaga kemanusiaan internasional (ICRC), termasuk badan urusan pengungsi (UNHCR).

Satu point tercapai

Formula 4+1 yang ditawarkan Menlu RI memang tidak semuanya tercapai, namun demikian, pengiriman bantuan kemanusiaan Pemerintah RI ke Myamar hari ini, Rabu (13/9), menjadi bukti tercapainya satu misi diplomasi kemanusiaan Indonesia, yakni point keempat yaitu dibukanya akses untuk bantuan kemanusiaan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melepas bantuan kemanusiaan berupa beras, makanan siap saji, tenda pengungsi, tangki air serta keperluan pengungsi lainnya di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta. Bantuan kemanusiaan tersebut diberangkatkan melalui empat pesawat Hercules.

"Ini adalah pemberangkatan yang pertama dan InsyaAllah minggu depan akan diberangkatkan lagi yang kedua, yang ketiga dan seterusnya," kata Presiden.

Dia mengatakan, pengiriman bantuan terjadi karena diplomasi yang dilakukan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan Pemerintah Myanmar dan Bangladesh. Pada kesempatan itu Jokowi juga berterima kasih kepada pemerintah Banglasdesh dan Myanmar karena telah membuka akses pengiriman bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya.

Presiden juga mengucapkan terima kasih kepada warga, ormas, pengusaha, dan pemerintah daerah yang memberikan bantuan untuk warga Rohingya yang mengungsi ke Bangladesh untuk menyelamatkan diri dari kejahatan di tempat mereka tinggal di Rakhine State, Myanmar.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, untuk bantuan tahap pertama beratnya mencapai 34 ton, berupa 20 ton berupa beras, gula dan bahan pangan lainnya. Ia mengatakan,  bantuan pangan dan logistik untuk Rohingya masih akan bertambah.

Tak mudah datangkan senjata api dalam jumlah besar
Menjelaskan relasi jiwa dan raga
Sentimen positif pada saham perbankan
Melestarikan eksistensi budaya Betawi
Calon dari PDIP kandidat kuat pendamping Gus Ipul
Fetching news ...