Selain tunjangan kinerja, kesejahteraan TNI - Polri perlu diperhatikan

REPORTED BY: Siti Dzakiyyah

Selain tunjangan kinerja, kesejahteraan TNI - Polri perlu diperhatikan "Bukan cuma tunjangan yg diperlukan tapi gaji pokok dan kesejahteraan terutama misalnya perumahan Polri itu kalau diliat mayoritas memprihatinkan itu," - Trimedya

Politikus PDIP Trimedya Panjaitan menanggapi soal kenaikan tunjangan kinerja TNI dan Polri yang akan diumumkan pada awal Agustus 2018. Menurutnya, kenaikan tunjangan kinerja tersebut harus diimbangi dengan kenaikan gaji pokok TNI dan Polri agar masa depan TNI dan Polri lebih terjamin.

"Iya, tunjangan kinerja oke. Tapi yang lebih dibutuhkan ini kan sebenarnya juga gaji pokok oleh anggota Polri karena gaji pokok itu juga nanti menyangkut pensiun, sehingga kalau dia pensiunnya lumayan dia tak begitu kesulitan masa depannya," kata Trimedya saat dihubungi oleh wartawan Rimanews, Jumat (13/07/2018).

Trimedya juga mengapresiasi kemampuan pemerintah atas perhatiannya kepada nasib TNI dan Polri. Menurutnya pemerintah juga perlu memperhatikan kesejahteraan TNI dan Polri karena kondisi mayoritas TNI dan Polri memprihatinkan.

"Bukan cuma tunjangan yg diperlukan tapi gaji pokok dan kesejahteraan terutama misalnya perumahan Polri itu kalau diliat  mayoritas memprihatinkan itu," ujarnya.

Lanjut Trimedya mengatakan menunjang kinerja TNI dan Polri juga bisa dilakukan pemerintah dengan memberikan tunjangan pendidikan bagi anak-anak TNI dan polri. Sehingga kinerja Aparat Kemanan tersebut meningkat atau lebih baik.

"Bila perlu juga sekolah sampai tingkat SMA bagi keluarga-keluarga yang pejabat-pejabat rendah di Polri tidak terlalu pusing pendidikan dan kesehatan," lanjutnya.

Trimedya mengatakan kinerja TNI dan Polri perlu ditingkatkan dan membutuhkan waktu dan dukungan anggaran. Selain itu, dukungan dan kepercayaan seluruh masyarakat sangat diperlukan untuk meningkatkan kinerja TNI dan Polri.

"Untuk itu apa yang sudah digariskan dari Polri, profesional promoter itu harus benar-benar dilaksanakan. Tapi itu yang jelas memerlukan waktu, memerlukan dukungan anggaran juga, dan dukungan masyarakat dimana meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap polri," papar Trimedya.

Sementara itu Trimedya juga membantah bahwa kenaikan tunjangan kinerja TNI dan Polri ini berkaitan dengan tahun politik. Dia yakin dengan netralitas TNI dan Polri dalam tahun-tahun politik ini.

"Ya dugaan dan kecurigaan seperti itu wajar saja karena apapun kegiatan dan langkah orang di tahun politij seperti ini pasti dikaitkan," tutup Trimedya

Sebelumnya Presiden Joko Widodo telah menyampaikan soal kenaikan tunjangan kinerja TNI dan Polri sebesar 70 persen. Kenaikan itu berlaku bagi semua jenjang angkatan, namun saat ini TNI dan Polri masih menunggu keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) dan) Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang akan dikeluarkan pada akhir Juli 2018.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2015 tentang Peraturan Gaji Kepolisian Negara Republik terdapat empat golongan yang memiliki gaji yang berbeda. Golongan I anggota Polri memiliki gaji dikisaran Rp 1,5 juta sampai Rp 2,8 juta. Golongan kedua memiliki gaji dikisaran Rp 2 juta sampai 3,8 juta dan Golongan III memiliki gaji dikisaran Rp 2,6 juta sampai Rp 4,5 juta.

Kurang potennya Ma'ruf Amin dan ramalan Jokowi bakal kalah karena sang wakil
Wartawan tewas naik 14 persen di sepanjang 2018
Negara tak akan punah karena Prabowo kalah
KPU: Kotak suara kardus hemat 70 persen
Prabowo sentil elit koalisi belum nyumbang, PKS: Kami otomatis bantu
Kubu Prabowo nilai jargon wong cilik Jokowi hanya untuk komoditas politik
KPU harap anggaran pemilu dapat digunakan mulai Januari 2019
Demokrat nilai tuduhan Wiranto terkait oknum perusak salah dan terburu-buru
Farhat Abbas minta PSI dikeluarkan dari Tim Kampanye Nasional
PPP: Yang kaget kotak suara kardus mungkin tak hadir rapat
Rusia perkuat pasukan rudal dengan ratusan senjata baru
Mobile Legends rilis karakter hero baru
BRI beberkan dua cara hadapi fintech
Bangladesh belajar program keluarga harapan ke Indonesia
Pelemahan rupiah dan sentimen dagang AS halangi pergerakan IHSG
Fetching news ...