Readup

Manusia yang terjebak rasa takut

REPORTED BY: Abdullatif Assalam

Manusia yang terjebak rasa takut "Jika Anda ingin menaklukkan rasa takut, jangan berdiam diri di rumah dan menghabiskan waktu untuk berpikir. Keluarlah dan sibukkan diri Anda." Dale Carnegie

Banyak orang tak berani keluar dari zona nyaman. Ketika diminta melakukan hal baru, selalu saja timbul rasa takut atau kekhawatiran dalam diri mereka sehingga terucaplah 1001 alasan untuk menghindar.

Akibatnya, kesempatan demi kesempatan menguap. Kondisinya tidak berubah sama sekali, tetap di zona nyaman. Padahal, hal yang dilewatkan itu bisa saja mengubah nasib mereka ke arah yang jauh lebih baik.

Memiliki rasa takut adalah hal yang wajar. Karena hal tersebut mengingatkan kita akan ancaman terhadap keamanan dan keselamatan diri. Masalahnya adalah jika rasa takut itu timbul secara berlebihan.

Menurut penelitian, respon terhadap rasa takut terbagi menjadi dua. Pertama, reaksi biokimia. Kedua, reaksi emosional.

Reaksi biokimia dialami semua orang, tanpa terkecuali. Ketika menghadapi bahaya, tubuh manusia menimbulkan reaksi tertentu seperti mengeluarkan keringat atau denyut jantung berdetak lebih kencang.

Sementara reaksi emosional tiap orang terhadap rasa takut berbeda-beda. Ada yang justru senang dan puas karena merasa adrenalinnya terpacu. Ada pula yang menyikapinya secara berlebihan sehingga tak berani mengambil langkah maju, entah itu dalam hal karir maupun kehidupan pribadi seperti keputusan untuk menikah.

Charmaine Roth, ahli psikoterapi dari Bellevue Hill, New South Wales, Australia, dalam majalah Great Health Guide edisi Agustus 2017 menjabarkan sejumlah alasan mengapa rasa takut dapat membuat seseorang tak berani keluar dari zona nyaman dan melakukan hal baru.

1. Perasaan tak aman

Saat kecil, semua manusia pasti menerima berbagai macam informasi dari orang yang membesarkan mereka, baik orang tua, kakek-nenek, paman-bibi, bahkan pengasuh maupun pembantu. Bayi bisa menyerap informasi apapun yang didengar, dirasakan, dan dilihatnya seperti sebuah spons.

Jika informasi yang diterimanya baik, maka hasilnya pun akan baik. Tapi jika informasi yang diterimanya salah, mereka akan penuh keraguan, kurang percaya diri, dan tak berani melakukan hal baru ketika dewasa.

Mereka selalu iri dengan orang lain, dan yakin tidak akan mampu mencapai hasil serupa, apalagi melampauinya.

2. Selalu mengeluh dan menyalahkan orang lain

Mengeluh dan menyalahkan orang lain atas segala situasi adalah cara sempurna untuk tetap berada di zona nyaman. Perubahan tidak akan pernah terjadi pada orang yang selalu mengeluh dan menyalahkan orang lain karena hal itu biasanya menghalangi seseorang melakukan introspeksi.

Memang, ada banyak hal yang tak dapat dikendalikan oleh manusia, tapi reaksi atas berbagai kondisi yang terjadi tentu dapat dikontrol. Orang-orang yang hobi mengeluh tidak akan melakukan tindakan apapun untuk mengubah keadaan, mereka selalu saja menganggap orang lain bertanggung jawab atas nasib yang menimpanya.

3. Perfeksionis

Orang-orang perfeksionis akan selalu terjebak, karena mereka takut tak dapat melakukan sesuatu dengan sempurna. Mereka bahkan tak akan pernah mencoba jika tak yakin dapat mencapai hasil setinggi yang mereka harapkan.

4. Suka berandai-andai

Berbagai macam pertanyaan selalu timbul di kepala orang yang suka berandai-andai. Hal ini bisa mencegah mereka mencapai sesuatu yang luar biasa karena jawaban yang timbul akan selalu negatif dan tampak tak dapat diselesaikan.

Roth meminta orang-orang yang hingga kini masih terpenjara oleh perasaan takut dan memiliki berbagai sifat di atas untuk membebaskan diri. Cobalah hal baru, katanya, meski besar kemungkinan untuk gagal.

Dia menyarankan agar orang-orang yang sulit keluar dari jeratan rasa takut untuk mencari bantuan orang lain yang akan mendorongnya melakukan hal baru. Jika terus melakukan hal yang sama, hasilnya pun akan tetap sama, tegas Roth.

Dia lalu mengutip ucapan penulis buku "How to Win Friends and Influence People", Dale Breckenridge Carnegie:

“Kelambanan melahirkan keraguan dan ketakutan. Tindakan melahirkan keyakinan dan keberanian. Jika Anda ingin menaklukkan rasa takut, jangan berdiam diri di rumah dan menghabiskan waktu untuk berpikir. Keluarlah dan sibukkan diri Anda."