Readup

Bermula dari hobi, bermetamorfosis menjadi buku tentang sampah elektronik

REPORTED BY: Siti Dzakiyyah

Bermula dari hobi, bermetamorfosis menjadi buku tentang sampah elektronik Keingintahuan tentang kemana larinya barang elektronik yang sudah tak terpakai yang begitu besar membawa RJ menulis buku pertamanya berjudul "Ewaste" (sampah elektronik) saat dirinya berusia 11 tahun.

Gaya hidup masa kini tidak terlepas dari penggunaan barang elektronik. Sikap ketergantungan terhadap membuat setiap orang wajib memilliki berbagai macam peranti elektronik yang sehari-hari digunakan dan dibawa kemanapun.

Apa yang terjadi ketika barang-barang tersebut rusak dan tidak dapat digunakan lagi? Dibuang kemanakah? Sampah elektronik atau disebut E-waste (Electronic Waste) merupakan peralatan elektronik yang sudah tidak dapat digunakan dan menjadi barang bekas yang harus dibuang dalam keadaan utuh atau tidak. 

Pertumbuhan jumlah e-waste yang kian meningkat tidak lain disebabkan karena gaya hidup penggunaan barang elektronik berlebihan. Terdapat 20 sampai 50 juta metrik ton e-waste dibuang tiap tahun di seluruh dunia, seperti dikutip PBB, Electronics Take Back Coalition, tahun 2016. Berangkat dari kepedulian terhadap limbah elektronik inilah seorang remaja meluncurkan buku Sampah Baterai.

Rafa Jafar adalah seorang remaja yang namanya sering disebut-sebut sebagai motor penggerak peduli lingkungan di sekitarnya. Lahir 15 tahun lalu, remaja yang akrab dipanggil RJ ini seperti anak-anak seusianya awalnya sangat gemar bermain gawai. Ketika gawainya rusak dan tidak dapat diperbaiki lagi, menjadi pertanyaan baginya kemana benda tersebut harus dibuang.

Keingintahuan tentang kemana larinya barang elektronik yang sudah tak terpakai yang begitu besar membawa RJ menulis buku pertamanya berjudul "Ewaste" (sampah elektronik) saat dirinya berusia 11 tahun.

Selepas menerbitkan buku, RJ pun melakukan aksi yang Dia tuliskan sendiri di dalam bukunya sebagai bagian dari solusi, yaitu menggalang sampah elektronik di masyarakat melalui wadah khusus untuk sampah elektroniaik.

Kini, meluncurkan buku keduanya RJ memusatkan perhatiannya pada baterai, karena salah satu jenis e-waste terbanyak dari pemakaian sehari-hari adalah baterai, menjadi masalah yang memerlukan perhatian khusus. Kandungan bahan baterai bersifat racun membuatnya tidak dapat dibuang begitu saja seperti sampah rumah tangga.

“Seperti halnya semua jenis sampah elektronik, baterai yang dibuang ke tempat sampah biasa berpotensi meracuni lingkungan sekitar dan bisa berakibat fatal. Seharusnya baterai ditampung secara khusus untuk diolah dengan tepat”, terang RJ mengenai isi buku terbarunya.

Apa yang diupayakan RJ ternyata mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Tenaga Ahli Menteri Bidang Kebijakan pengelolaan Sampah limbah B3 dan B3 Tuti Hendrawati mengaku salut dan mendukung upaya RJ.

“Saya sangat mengapresiasi atas inisiasi RJ membuat gerakan membuang sampah elektronik, dan membuat buku yang dapat mengedukasi anak-anak lain. Sangat jarang anak muda yang mempunyai kepedulian seperti ini,” ucap Tuty.

“Harapan saya komunitas yang dibentuk RJ dengan nama EwasteRJ menjadi wadah tersendiri bagi anak-anak lain untuk lebih peduli lingkungan dan tau bagaimana memilah limbah,” lanjutnya.

Di tahun ke-3 menjalankan kampanye Peduli Sampah Elektronik, RJ yang kini tercatat sebagai siswa SMA Taruna Nusantara kembali menulis buku berjudul Sampah Baterai. Sebab, sepanjang mengepul dan mengumpulkan sampah elektronik dari masyarakat, tipe terbanyak yang dibuang orang adalah baterai.

RJ mengatakan bahwa masih banyak masyarakat yang tidak tahu bahwa racun di dalam baterai akan berdampak kepada lingkungan. Menurutnya, dengan menjadi salah satu motor penggerak peduli lingkungan, sedikitnya ia membawa perubahan.

RJ juga menambahkan bahwa dirinya ingin mengajak semua elemen, pemerintah, masyarakat, swasta, untuk berpartisipasi dalam pengumpulan e-waste pada level masyarakat.

Diketahui buku kedua yang ditulis RJ ini menawarkan solusi yang bisa dilakukan oleh semua orang, salah satunya adalah dengan pengadaan dropbox khusus baterai bekas.

Dalam buku ini juga diulas mengenai bahaya racun baterai, cara pengolahan baterai bekas yang tepat, serta tips untuk mengurangi sampah elektronik termasuk baterai.

PKS minta kader belajar dari kemenangan Erdogan
Usir jerawat dengan kulit semangka
Gerindra daftarkan mantan koruptor di Pileg 2019
Ngabalin jadi komisaris Angkasa Pura, Fadli: BUMN amburadul
Bumi Manusia bukan sekadar cinta Minke dan Annelies
Politisi berbondong-bondong ke NasDem, ada apa?
Politisi terima uang transfer untuk pindah partai harus lapor KPK
Riza Chalid penampakan di acara NasDem, sudah aman?
Golkar ngotot daftarkan caleg mantan napi korupsi
Nikmati empat hari Festival Bunaken
Film ’22 Menit’ hadir di Anugrah Jurnalistik Polri 2018
Etika politik dan pindah partai
Dukung pilkada damai, Polri gelar Anugrah Jurnalistik 2018
Jokowi belum temukan solusi akurkan SBY-Megawati
KPK buru tangan kanan Bupati Labuhanbatu
Fetching news ...